Masa anak-anak adalah masa yang paling tepat untuk memulai mengajarkan Al-Qur’an, sebab pada masa usia itu perkembangan kognitif anak sangat pesat, sehingga apabila sudah terbiasa mempelajari Al-Qur’an maka akan tertanam dalam jiwa mereka aqidah yang kuat. Untuk itu ustaz-ustazah MIM Labschool Sintang memiliki tanggung jawab yang besar mengajarkan Al-Qur’an kepada peserta didiknya, sebab dari tangan mereka diharapkan akan terbentuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan menjadi generasi qur’ani.

MI Ma’arif Labschool Sintang sebagai salah satu lembaga pendidikan formal yang berciri khas Islam, bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk menguasi pendidikan agama Islam juga bertanggung jawab terhadap mampu dan tidaknya siswa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Maka untuk mencapai tujuan itu MIM Labschool Sintang menerapkan metode cepat baca Alquran, yaitu dengan Metode Ayo Belajar Ngaji.

Metode Ayo Belajar Ngaji adalah metode membaca Al-Qur’an yang dikembangkan oleh Kepala MIM Labschool Sintang. Metode ini sagat mudah dipelajari oleh peserta didik, terutama yang sudah mampu membaca alfabet. Dikatakan mudah dipelajari dikarenakan metode ini menggunakan metode jembatan keledai ntuk mengingat huruf-huruf yang dipalajarinya, sehingga tanpa menghafalpun peserta didik mampu mengingat huruf-hurufnya. Dengan demikian para peserta didik akan mudah dan cepat mampu membaca ayat-ayat Al-Qur’an.