“Budaya literasi ini berkaitan dengan kemampuan atau skill tentang membaca dan menulis. Budaya literasi, punya peran penting dalam mendukung keberhasilan peserta didik di sekolah, khususnya dari sisi akademik.” ujar Kepala Madrasah.

SINTANG (21/2/2019) – Membangun budaya literasi di kalangan peserta didik, ‘Pojok Literasi’ MI Ma’arif Labschool Sintang jalin kerjasama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sintang. Kerjasama ini ditandatangani pada tanggal 21 Februari 2019.

‘Pojok Literasi’ adalah sebuah gerakan yang mendorong peserta didik untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Lebih tepatnya, munkin perpustakaan mini atau bahkan sangat mini, sehingga kami menyebutnya dengan ‘pojok literasi’.

Muhajir menjelaskan bahwa kerjasama ini dilakukan dalam rangka untuk menutupi kekurangan yang dimiliki sekolah saat ini. Meski sekolah belum memiliki perpustakaan yang memadai, namun kegiatan literasi ini harus tetap berjalan. Salah satu bentuk kesepakatan dalam perjanjian kerjasama tersebut adalah kunjungan rutin perpustakaan keliling ke mimlabschool dan pembinaan administrasi perpustakaan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Sintang.

Ada banyak alasan kenapa para peserta didik di sekolah harus membangun budaya literasi dan miliki kesadaran akan pentingnya budaya satu ini.

“Budaya literasi ini berkaitan dengan kemampuan atau skill tentang membaca dan menulis. Budaya literasi, punya peran penting dalam mendukung keberhasilan peserta didik di sekolah, khususnya dari sisi akademik,” ujar Kepala Madrasah.

Apabila dikaitkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada umumnya, banyak peserta didik yang gagal pada mata pelajaran ini pada ujian nasional. Hal ini bisa saja dikarenakan keengganan peserta didik untuk membaca. Demikian pula dengan mata pelajaran lainnya.

Menilik pada fakta di atas, para pelajar tak punya pilihan lain selain membangun budaya literasi di sekolah. Baik lewat aktivitas membaca, juga menulis. Menyerap informasi dari berbagai materi dan sumber bacaan, juga menuangkan gagasan dalam lembar demi lembar tulisan dengan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Oleh karena itu, sudah seharusnya dibudayakan literasi di kalangan peserta didik. Harus dimulai dari sekarang, agar nantinya siswa terbiasa,” imbuhnya.
Kepala Perpustakaan Daearah Kabupaten Sintang, Iwan Setiadi mengatakan kami sangat mendukung upaya yang dilakukan sekolah dengan segala keterbatasannya. Bahkan kami siap melakukan pembinaan dan pelatihan administrasi bagi organisasi unit perpustakaan di sekolah-sekolah.

“Kami berharap, ini menjadi langkah dalam mewujudkan Gerakan Sintang Gemar Membaca, yang memberi fasilitas bagi anak untuk memiliki wawasan luas,” harapnya. (humas)

Leave a Comment