Senin  (25/03/2019) –  Kulminasi atau transit atau istiwa adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Berdasarkan informasi BMKG, pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala  sehingga jika sesorang yang berada di daerah khatulistiwa dan berdiri pada saat siang hari , maka bayangan orang tersebut tidak terlihat. Fenomena ini juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan.

Selain bisa menikmati fenomena tanpa bayangan, banyak orang melakukan hal yang tak biasa. Banyak orang yang percaya bahwa jika telur diletakkan diluar ruangan dan terpapar matahari secara langsung maka telur dapat tegak berdiri tanpa terjatuh. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Untuk membuktikan dan mengenalkan fenomena kulminasi, siswa-siswi MIM Labschool Sintang diajak untuk mencoba eksperimen telur, dan hasilnya telur dapat berdiri tegak tanpa terjatuh. Kenapa telur dapat berdiri tegak? Telur dapat berdiri karena adanya tarikan gravitasi yang disebabkan posisi bumi segaris dengan posisi bulan dan matahari. Dengan dilakukannya demonstrasi ini, siswa-siswi MIM Labschool Sintang diharapkan dapat mengenal dan menambah wawasan mengenai fenomena kulminasi yang hanya terjadi dua kali dalam setahun di daerah khatulistiwa.

Selain itu, berpikir dan bertadabbur terhadap ciptaan Allah swt juga akan menambahkan keyakinan dan keimanan kita kepadaNya. Yang karenanya Allah swt menyeru manusia untuk senantiasa merenungi ciptaan ciptaanya. Allah swt berfirman (yang artinya), “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?” “Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?” “Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?” “Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?” (Qs. Al-Ghasyihah : 17-20.

Bahkan Allah swt pun memuji orang yang berakal dengan gelaran ‘Ulul Albab’ dan menjelaskan kebiasaan mereka mentadaburi ayat-ayat Allah swt berupa ciptaan Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Qs. Al-Imran : 190-191).(humas)

Leave a Comment