Sintang, 25/10/2022 – Belajar harus diterapkan sejak dini pada anak. Tentu kita tahu bahwa kegiatan belajar sangat banyak sekali dan dapat melalui media apapun. Mulai dari mengajarkan dan memperkenalkan benda mati, benda hidup, hitungan, bernyanyi, berolahraga bahkan kegiatan masak-memasak. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui potensi anak melalui media yang saat ini tergolong mudah untuk didapatkan dan dilakukan, salah satunya seperti kegiatan yang dilakukan oleh MI Ma’arif Labschool yang kali ini mengajak para siswanya untuk mengetahui bagaimana caranya membuat makanan yang lezat melalui kegiatan Cooking Day, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, pada hari Selasa, 25 Oktober 2022.

Cooking Day berarti seharian kegiatan para siswa hanya berurusan dengan masak memasak dan mengolah hidangan. Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini tidak terbendung lagi. Mereka sudah mempersiapkan ide dan segala sesuatu yang dibutuhkan sejak jauh-jauh hari. Cooking Day merupakan salah satu program madrasah yang sesuai dengan penerapan penguatan projek Profil Pelajar Pancasila. Cooking day ini diikuti seluruh siswa dan siswi MI Ma’arif Labschool Sintang dari Kelas 1 sampai dengan Kelas 6. Cooking day menjadi event bagi anak-anak untuk menunjukkan daya kreatifi dan inovatif.

Kegiatan Cooking Day ini diharapkan mampu:

1. Meningkatkan kemampuan numerasi atau matematika. Saat memasak tanpa terasa ia harus mengukur takaran makanan dari resep yang ada, misalnya tiga butir telur, 1/2 sendok makan mentega, dan lain-lain.

2. Membangun literasi atau pemahaman. Dengan memasak ia dapat membangun pemahaman tentang konsep step by step. Mulai dari langkah pertama misalnya mengupas bahan makanan, lalu memotong, memberi bumbu hingga dimasak sampai matang.

3. Belajar sains. Memasak adalah bagian dari percobaan sains. Terlalu banyak garam atau baking soda dan terlalu sedikit tepung dapat menyebabkan adonan menjadi gagal. Hal ini sama saja dengan belajar sains.

4. Percaya diri. Dapat menghasilkan suatu karya termasuk masakan dapat meningkatkan percaya peserta didik.

5. Keahlian berkomunikasi. Jjika peserta didik ikut serta dalam kelas memasak, ia bisa bersosialisasi dengan teman sebaya.

6. Life skill. Memasak sama dengan belajar menyetir atau belajar membaca. Saat dewasa nanti, peserta didik akan bertanggung jawab melakukan hal-hal tersebut. Dengan belajar memasak sejak kecil, peserta didik akan terlatih memberi makan orang lain yakni keluarganya kelak.

“Cooking day ini adalah salah implementasi dari pembelajaran berbasis projek yaitu menumbuhkan sikap mandiri, gotong royong, dan kreatifitas. Selain itu supaya anak-anak tahu dan paham proses dari pembuatan makanan yang sering mereka konsumsi,” ujar kepala madrasah.

Cooking day ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak terkhusus dalam bidang makanan. Karena dari kegiatan ini anak-anak paham proses dari pembuatan makanan dari makanan yang mudah sampai yang paling susah.

Alhamdulillah dengan adanya kegiatan Cooking Day ini menambah kedekatan emosional antar siswa, makin kompak ukhuwahnya. Ini terlihat saat kegiatan berlangsung. Anak-anak bahu membahu bekerja sama dan tolong menolong jika mengalami kesulitan.

Leave a Comment