MIMLABSCHOOLSTG.SCH.ID – Jumlah penderita virus corona di Indonesia kian bertambah setiap hari. Tak hanya masyarakat biasa, sejumlah pejabat pun sudah terpapar virus mematikan ini. Bahkan ada beberapa tenaga medis yang meninggal setelah dinyatakan positif corona. Oleh karena itu, Kepala MIM Labschool Sintang mengimbau orangtua siswa agar menahan putra-putrinya untuk tetap tinggal di rumah masing-masing sementara waktu.

Namun beliau menggarisbawahi agar orang tua tidak panik menghadapi situasi ini dan mengajak memanfaatkannya untuk membimbing dan menemani putra-putrinya belajar di rumah. Selan itu, beliau juga mengajak seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan serta orang tua siswa mendukung program pemerintah dengan cara memperbanyak zikir dan doa agar wabah ini segera berakhir,

“Dengan kondisi ini, saatnya kita menemani anak-anak kita belajar dari rumah. Inilah saatnya kita bekerja bersama-sama, saling mendukung dan bersatu padu, mencegah penyebaran Covid-19. Kita juga dapat menjadikannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah swt, memperbanyak zikir dan doa berharap agar wabah ini segera berakhir,” ujarnya.

Kemudian secara pribadi beliau melayang sebuah surat kepada para orang tua siswa MIM Laabschool Sintang.

Yth. Orangtua Siswa

Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Labschool Sintang

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang senantiasa memberikan rahmat, melindungi kita dari segala mara bahaya. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallualaihi wasallam beserta para sahabat dan keluarganya.

Bapak/ibu yang saya hormati,
Saya merasa bersyukur dan sangat senang putra-putri bapak/ibu sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Labschool Sintang. Saya sangat menantikan tahun yang sukses dunia dan akhirat dan begitu juga bapak/ibutentu mengharapkannya. Saya memiliki harapan tinggi untuk putra-putri bapak/ibu dan saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk membantu putra-putri bapak/ibu mencapai harapan itu.
Tanpa kita duga, kita menghadapi situasi seperti ini, menyebarnya pandemic Covid-19, yang mengharuskan kita menahan putra-putri kita untuk keluar rumah, waktu belajar di rumah yang terus diperpanjang sampai batas waktu yang kita belum tahu, senantiasa physical distancing dan protocol lainnya demi mencegah tersebahnya wabah ini.
Oleh karena itu, Saya mohon maaf karena ini bukan kehendak kita semua. Tentu saja, saya mengharapkan kerjasama dan bantuan bapak/ibu untuk menemani putra-putri bapak/ibu sekalian belajar dan membimbing serta mengingatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Dan pasti kesabaran dan ketelatenan bapak/ibu sekalian akan menuai hasil yang gemilang. Saya berharap semoga tugas-tugas ini tidak memberatkan, tetapi justeru menjadi penyeimbang dan motivasi agar anak tetap melakukan sesuatu yang bemanfaat.  

Bapak/ibu yang saya hormati,
Saya dan bapak/ibu tentunya berharap, masalah Covid-19 segera usai dan kita dapat melakukan kegiatan pembelajaran seperti biasa dan kita dapat bertemu dengan tamu agung ‘Ramadan’ tahun ini serta semoga kita dapat merah kebaikan-kebaikan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu pula, mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt, bermunajat kepadaNya agar wabah ini segera hilang dan ajak pula anak-anak kita yang masih suci bersih hatinya untuk menyampakan doa dan harapan ini.

Akhirnya, saya secara pribadi dan atas nama rekan-rekan pendidik menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Selan itu, saya ingin bapak/ibu tahu dan ini menjadi salah satu tujuan terpenting saya, untuk menjaga komunikasi tetap terbuka dengan saya dan seluruh tenaga pendidik serta kependidikan yang ada di madrasah kita. Saya sedia setiap hari untuk berkomunikasi dengan bapak/ibu sekalian. Harap jangan ragu untuk menghubungi saya di 6285652141641 jika bapak/ibu memiliki pertanyaan atau masalah selama tahun ini.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Hormat kami,
ttd
Muhammad MUhajir

Semoga wabah ini ditemukan obatnya, karena ketika Allah menurunkan penyakit, pasti juga menurunkan obatnya. (admin)

Leave a Comment